Kali ini saya ingin membahas mengenai hobi memancing. Di saat-saat ini, banyak sekali orang yang hobinya memancing, baik di laut, di sungai, maupun di danau. Sebelum kita belajar memancing, perlu kita ketahui dulu alat-alat apa saja yang perlu dipasang pada pancing yang akan kita gunakan.
Beberapa alat dasar tersebut antara lain:
JORAN
REEL
PELAMPUNG
PEMBERAT / TIMBAL
SENAR PANCING
PENITI SNAP
KAIL
1. Joran Pancing (Tongkat Pancing / Fishing Rod)
Alat ini mutlak diperlukan untuk memancing karena memudahkan kita dalam melempar umpan sesuai dengan harapan kita. Panjang joran atau yang lazim disebut dengan walesan ini ada berbagai macam, tinggal Kita sesuaikan dengan lokasi tempat kita memancing:
Mancing di Kolam atau Sungai: Kita tidak membutuhkan joran yang panjang.
Mancing di Pantai (Mancing Pasiran): Membutuhkan panjang joran minimal 3 meter. Tujuannya adalah semakin panjang joran, maka umpan dapat kita lempar semakin jauh.
Menyoal merek dan kekuatan yang dibutuhkan, ada berbagai macam pilihan yang tentu saja bisa Anda sesuaikan dengan kantong Anda dan objek di mana Anda akan memancing.
Menyesuaikan Pasangan Alat (Line Rating)
Panjang joran dan line rating-nya akan nyaman dan enak digunakan apabila tepat pasangannya (berpasangan dengan reel, benang, serta berat umpan yang pas).
Apabila joran terlalu panjang, akan susah dan berat menggentaknya untuk memancing ikan kecil.
Apabila line rating joran adalah 8-17 lbs (lbs adalah pound, sebuah ukuran berat Inggris selain kg. Kasarnya 1 kg = 2 pound / lbs), maka gunakanlah benang dengan kisaran 8-17 lbs pula.
Apabila menggunakan benang yang lebih kecil bisa saja. Namun kalau (contoh) Anda menggunakan benang ukuran 30 lbs, maka dapat dipastikan akan susah melempar dan action joran/rod tidak akan pas.
Tipe-Tipe Utama Joran:
Tegeg / Pole Rod: Tanpa ring guide (cincin dudukan benang) dan tidak menggunakan reel.
Joran Baitcasting: Konfigurasi terbalik dengan prinsip benang dipanggul joran.
Joran Spinning: Menggunakan prinsip benang menggantung pada joran. Tipe joran ini agak all-round (bisa untuk segala kondisi). Bervariasi dari ukuran 60 cm hingga 2,4 meter, tipe joran spinning ini bisa digunakan untuk casting, light popping, mancing dasar, dan light trolling. Hanya saja memang kadang terasa terlalu kaku atau terlalu lentur.
Dalam setiap kategori sesuai kebutuhan, joran memiliki line rating yang sangat bervariasi, mulai dari kelas 5 lbs - 12 lbs (lentur) hingga PE 12 (super kaku). Secara fisik, ada joran yang model one piece (tanpa sambungan), model antena, sambung tengah, butt joint, dan multi section (sambung 3 atau lebih).
2. Reel (Penggulung Benang)
Reel adalah alat yang akan membantu Anda saat menggulung senar. Bisa berupa kayu, mika, atau alat yang memang didesain secara khusus yang biasa disebut sebagai reel. Alat ini berpengaruh pada kecepatan Anda menggulung senar. Semakin cepat Anda menggulung, maka kemungkinan ikan yang terkait dengan kail lepas menjadi semakin minim. Dengan menggunakan Reel, para pemancing akan lebih mudah menarik ikan atau melempar umpan.
Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih reel:
A. Reel Body
Spinning reel memiliki bagian-bagian yang lebih luas dibandingkan dengan baitcast reel. Memilih reel dengan komponen mekanik yang paling sedikit akan lebih aman untuk mengurangi kemungkinan kerusakan mekanis.
Bahan Aluminium: Lebih kuat dibandingkan grafit, namun bobotnya lebih berat. Cocok untuk kebutuhan heavy duty.
Bahan Grafit / Plastik: Secara signifikan lebih ringan dan memiliki kualitas tahan korosi yang sangat baik, sehingga menjadi pilihan tepat jika Anda bermain di air asin.
Faktor penting lainnya adalah konstruksi body yang harus solid. Tidak boleh ada bagian yang longgar atau tipis, dan semua bagian yang bergerak harus memiliki performa yang halus.
B. Reel Size (Ukuran Reel)
Memilih ukuran reel yang benar terkadang membingungkan. Pastikan reel yang akan Anda beli disamakan ratingnya dengan pound-test senar yang ingin digunakan (informasi ini dapat ditemukan pada spool reel itu sendiri).
Sebagai panduan dasar (menggunakan standar Shimano size):
Light Casting: Bisa memilih dari ukuran 1000 - 4000, tergantung dari line yang akan dipakai. (Untuk sebagian besar aplikasi, ten pound test line / senar 10 lbs harus menjadi kekuatan dan ketebalan tertinggi yang ditaruh dalam spinning reel. Ini tidak berlaku untuk ikan air asin atau skenario trolling berat).
Surfcasting (Mancing Pinggir Pantai): Bisa mulai dari ukuran 5000 - 8000 bahkan 10000, tergantung dari line yang dipakai. Ada juga spesifikasi khusus surfcasting dengan ciri spool yang dangkal dan lebar.
Light Popping, Jigging, dan Mancing Dasar Laut: Bisa memilih ukuran 6000 sampai 10000.
Heavy Jigging dan Popping: Gunakan kelas 12000 - 20000 sesuai kebutuhan.
Catatan arti angka pada Reel: Beberapa tipe reel menuliskan angka-angka seperti 1000, 2000, 3000 hingga 20000 yang berarti kelas dari reel tersebut. Angka 1000 mengartikan bahwa reel tersebut berada pada kelas 1000 gram / 1 Kg, dengan demikian drag maksimum yang dimiliki reel tersebut adalah 1 kg (meskipun tidak semua reel demikian).
C. Gear Ratio (Rasio Gigi)
Gear rasio mengacu pada berapa banyak putaran lengkap pada spool untuk tepat satu putaran penuh pada handle.
Contoh Rasio 3:1 (Putaran Lambat): Spool berputar tiga kali untuk setiap satu kali Anda memutar pegangan. Jenis ini tidak mengambil banyak senar dalam sekali putar, namun manfaatnya adalah gulungan memberikan torsi (tenaga) lebih besar untuk menghadapi ikan besar. Cocok untuk teknik jigging dan mancing dasar yang biasanya menggunakan rasio di bawah 4.9:1.
Contoh Rasio 6:1 (Kecepatan Tinggi / High Speed): Sangat cocok untuk teknik popping dan casting yang membutuhkan rasio 5.0:1 ke atas.
Rekomendasi Umum: Jika Anda hanya bisa memilih satu spinning reel, disarankan memilih model kecepatan sedang di kisaran 4 - 4.5:1. Namun jika ada dana lebih, pilihlah kombinasi high speed dan slow speed untuk menutup semua keadaan.
D. Drag System
Sistem drag bertanggung jawab untuk memberi tekanan kepada ikan yang terpancing dan membiarkan senar keluar selama pertempuran. Tanpa drag halus berkualitas tinggi, risiko senar putus dan kehilangan ikan akan sangat tinggi. Senar harus bisa tertarik keluar dengan mantap tanpa ragu-ragu pada keketatan yang Anda atur.
Ada dua jenis sistem drag:
Front Drag (Drag Depan): Fiturnya umumnya lebih besar dengan beberapa drag washer yang menawarkan peningkatan daya tahan dan kinerja yang lebih bagus untuk spesies ikan besar. Untuk teknik popping, biasanya digunakan drag tinggi di atas 10 kg guna mencegah ikan masuk ke dalam karang atau batu mandi.
Rear Drag (Drag Belakang): Lebih mudah dikontrol dan diakses (terutama ketika sedang bertempur dengan ikan), namun tidak terlalu bagus untuk spesies ikan besar.
E. Ball Bearing
Ball bearing atau bushings ditempatkan di dalam badan reel untuk kelancaran, dukungan, dan stabilitas. Semakin banyak ball bearing, maka putarannya akan semakin halus. Sealed stainless steel bearing lebih disukai daripada bushing biasa karena memiliki ketahanan dan kontrol tambahan. Disarankan untuk memilih reel dengan setidaknya empat ball bearing.
F. Spool
Spool memainkan peran penting untuk memegang senar, jarak lemparan, serta kehalusan. Bahannya bisa berupa aluminium anodized (lebih kuat dan tahan lama) atau grafit (lebih ringan).
Dari segi desain, ada dua gaya dasar:
Internal Spool: Merupakan bagian dari masa lalu (desain lama). Cacatnya adalah senar dapat menjadi tersangkut dalam housing reel tersebut.
Skirted Spool: Variasi baru yang membantu mengeliminasi masalah kekusutan senar.
Long Cast Spool: Desain spool yang lebih dangkal dari biasanya tetapi bentuknya lebih panjang. Desain ini mengurangi gesekan senar sehingga bisa meningkatkan jarak casting.
G. Anti-Reverse Handles
Fungsi ini membuat handle tidak akan berputar balik saat kita menghentak, sehingga proses set hook (tancapan kail) akan lebih kuat dan akurat karena kurangnya kelonggaran pada pegangan reel. Jika handle masih bisa berputar balik, lebih baik cari model reel yang lain.
3. Pelampung
Alat ini lebih banyak Anda perlukan jika memancing di sungai atau kolam, berfungsi sebagai penanda apakah umpan Anda sudah disambar ikan atau belum. Pelampung juga bisa menjadi indikator serba guna yang membuat pergerakan umpan terlihat lebih alami dan natural. Bahan pembuatnya biasanya dari kayu, bulu merak, gabus, dan fiber/plastik dengan bentuk variatif (bulat, oval/telur, panjang, gasing, atau kepala peluru).
Perbedaan karakter lokasi memancing menggunakan pelampung:
Di Laut: Ikan predator di laut biasanya lebih ganas sehingga akan langsung menelan umpan beserta mata kailnya begitu saja.
Di Kolam / Sungai (Air Tawar): Biasanya ikan akan mematuk-matuk umpan terlebih dahulu sebelum ditelan.
Jenis-Jenis Pelampung berdasarkan Kondisi Air:
Pelampung Perairan Mengalir / Berarus: Bentuk ujungnya justru lebih menggembung/gemuk daripada bagian pangkalnya agar lebih mudah terapung dan terbaca reaksinya di air yang mengalir. Cara pasangnya tidak dijepit dengan timah, melainkan dijepit menggunakan selang karet (seperti pentil sepeda) di bagian ujung dan pangkalnya, sehingga senar utama menempel di sepanjang pelampung.
Pelampung Ujung Langsing: Cocok dipakai untuk memancing dengan jarak dekat antara ujung joran dan pelampung (seperti di sungai) menggunakan umpan berbobot ringan seperti kecoa atau laron.
Pelampung Perairan Tenang / Diam: Umumnya berbentuk silindris pendek, silindris panjang, atau silindris dengan bagian menggembung di dekat pangkal.
Silindris pendek: Paling cocok digunakan saat cuaca tidak ada angin dan permukaan air rata bagai berminyak.
Silindris panjang: Cocok untuk perairan yang sedikit beriak.
Menggembung di pangkal: Pas digunakan saat riak di permukaan air mulai menjadi masalah bagi pelampung silindris rata.
4. Pemberat atau Timbal
Alat ini berfungsi sebagai penenggelam umpan agar tidak mengambang ke permukaan air. Berat timbal biasanya menyesuaikan dengan ukuran pelampung yang Anda gunakan.
Pengecualian di Pantai atau Laut: Anda membutuhkan pemberat yang berukuran jauh lebih besar lantaran kondisi ombak yang besar. Tujuannya agar umpan Anda bisa tetap bertahan di kedalaman air dan tidak mudah terbawa arus kembali ke tepi pantai.
5. Senar Pancing (Line)
Sebelum senar nylon ditemukan, terdapat senar braided jadul yang sangat terkenal buatan Dacron. Karakteristik Dacron saat itu adalah tidak tahan gesek, kekuatan simpul lemah, diameter besar, dan tidak mulur. Saat ini penggunaan Dacron sudah menyusut drastis.
Pada awal tahun 90-an, bahan Spectra, Kevlar, dan Dyneema memasuki pasar dunia dan menciptakan senar braided modern yang sering kita sebut dengan PE (PolyEthylene).
Kelebihan PE: Senar sintetis ini amat kuat, bahkan menurut uji coba lab kekuatannya mencapai 10x kekuatan tarik baja. Diameternya amat tipis jika dibandingkan dengan senar monofilament pada kelas kekuatan yang sama, serta amat sensitif karena tidak bisa mulur sama sekali.
Kekurangan PE: Bobot jenisnya hanya 0.97 (lebih kecil dari berat jenis air yang sebesar 1.0) sehingga ia mengambang di air, serta harganya relatif mahal.
Beragam jenis senar PE di pasaran dibedakan dari cara perajutan, pelapisan, dan pewarnaannya:
Jumlah Rajutan: Merek seperti PowerPro atau Spiderwire umumnya dirajut dengan 4 rajutan (X4). Ada juga merek yang menggunakan 8 rajutan (X8) bahkan 16 rajutan (X16) yang menghasilkan senar lebih halus namun harganya jauh lebih mahal. Sebagai gambaran, Blackwater SuperBraid (16 rajutan) ukuran 1200y 50lb dijual seharga 889 dollar, dibanding dengan sekitar 250 dollar untuk kelas dan panjang yang sama dari braided dengan 4 rajutan.
Lapisan Pelindung: Ada senar yang diberi pelapis agar lebih tahan gesek (contoh: Ripcord Si dilapisi silikon tipis), sementara tipe biasa seperti Ripcord standar atau Spiderwire tidak memilikinya.
Pewarnaan (Multi-color): Ada senar PE yang memiliki 5 atau 6 macam warna berbeda setiap 10-20 meter. Pewarnaan ini sangat berguna bagi pemancing untuk mengetahui/memperkirakan berapa meter senar yang telah terulur keluar dari reel.
6. Peniti Snap Pancing
Benda kecil berbentuk seperti peniti yang dipasang pada ujung senar ini memiliki fungsi yang sangat penting, terutama bagi Anda yang sering memancing dengan teknik casting, popping, jigging, atau trolling.
Fungsi Utama Snap: Sebagai penghubung antara senar dengan umpan agar proses mengganti umpan menjadi lebih mudah dan cepat. Para pemancing sering kali perlu mengganti lure (umpan tiruan) mereka di lapangan. Dengan adanya snap, kita tinggal membuka kaitan peniti lalu melepas dan mengganti lure yang baru secara praktis, tanpa harus memotong senar dan merangkai simpul ikatan baru berulang-ulang.
Saat ini terdapat bermacam-macam jenis snap dengan berbagai ukuran, mulai dari nomor 00 hingga ukuran nomor 6, di mana masing-masing nomor memiliki kekuatan daya tahan beban yang berbeda sesuai target ikan.
Beberapa jenis snap yang populer di pasaran antara lain:
Crosslock snap
Fastlink snap
Hooked snap
Coastlock snap
Faslock snap (duolock snap)
Interlock snap
Safety snap
7. Kail Pancing (Hook)
Setelah memahami komponen dasarnya, berikut adalah macam-macam jenis mata kail pancing yang beredar di pasaran beserta fungsinya masing-masing:
Bait Hooks: Cirinya memiliki semacam barb (gerigi/duri tambahan) di bagian badannya. Fitur ini berfungsi menjaga agar umpan alami yang dipasang tidak gampang lepas dari kail.
Treble Hooks: Kail yang sangat mudah dikenali karena memiliki bentuk khas berupa 3 mata kail sekaligus. Fitur 3 mata ini memperbesar kemungkinan kail menancap sempurna di mulut ikan. Kail ini luas dipergunakan oleh pemancing ikan bermulut kecil seperti baronang, atau dipasang pada umpan tiruan seperti jig. Kerugiannya, kail ini mudah terlihat sehingga bisa membuat ikan curiga karena bentuknya tidak alami.
Siwash Hooks: Memiliki bentuk shank (tangkai kail) yang panjang, begitu juga dengan bagian matanya. Bentuk kail ini standar saja tanpa fitur tambahan yang terlalu istimewa.
Aberdeen Hooks: Cirinya memiliki shank yang amat panjang. Biasanya jenis kail ini digunakan pada teknik mancing ngoncer dengan umpan alami.
Circle Hooks: Memiliki bentuk yang paling unik dan melengkung aneh. Keistimewaannya, jika ikan memakan umpan, pemancing tidak perlu menggentak joran dengan keras, melainkan cukup menegangkan senar saja. Kail ini akan menancap dengan sempurna dengan sendirinya di bibir ikan.
Octopus Hooks: Memiliki ciri shank yang pendek dikombinasikan dengan gap (celah kail) yang lebar serta posisi tempat ikatan kail yang agak miring. Mata kail ini dipakai secara luas di berbagai teknik, termasuk mancing ngoncer dengan umpan hidup.
Worm Hook: Posisi antara mata kail dan tempat mengikat senar berada nyaris dalam satu garis lurus. Kail ini didesain khusus agar tidak mudah tersangkut (anti-sangku) saat memancing di tempat yang banyak struktur ranting atau pohon tumbang. Umumnya dikombinasikan dengan umpan plastik tiruan (soft plastik).
Jig Hooks: Kail yang didesain khusus untuk dipasang atau dipadukan dengan timah cetak (jig moulds). Penggunaannya cukup spesifik sehingga kurang populer bagi khalayak umum.
Drop-shot Hooks: Didesain khusus untuk diaplikasikan menggunakan simpul ikatan Palomar ikatan. Memiliki celah (gap) yang melebar sehingga memudahkan pemasangan umpan berukuran besar.
Weedless Hooks: Banyak diaplikasikan untuk memancing di area pedalaman yang penuh dengan vegetasi/tumbuhan air. Kebanyakan dipakai oleh pemancing yang menggunakan umpan plastik tiruan.
Topwater Jerkbait Hooks: Memiliki bentuk mirip dengan worm hooks, namun jarak celah (gap)-nya dibuat lebih lebar. Digunakan bersama umpan plastik tiruan.
Keeper Hooks: Memiliki fungsi dan penggunaan yang mirip dengan weedless hooks, dipergunakan untuk memancing menggunakan umpan tiruan plastik.
Dressed / Feathered Trebles: Merupakan kombinasi dari kail treble hook yang dilengkapi dengan hiasan bulu-bulu. Saat dimainkan di dalam air, bulu-bulu ini akan memberikan gerakan memutar yang efektif menarik perhatian ikan predator untuk memangsanya.